AKADEMIK

PENDAHULUAN

Nama : Iwan Alinurdin, S.Pd.
NIP. 197312182005011005
NUPTK. 7550751654200003
RIWAYAT HIDUP

1. Sekolah Dasar : SDN KARYA MUKTI GANEAS Lulusan Tahun 1987
2. SMP : SMPN 1 TALAGA Lulusan Tahun 1990
3. SMA : SMAN 1 TALAGA Lulusan Tahun 1993
4. PT : STKIP SILIWANGI BANDUNG Lulusan Tahun 1998

RIWAYAT PEKERJAAN

1. Tahun 1998 mengajar sebagai tenaga honorer di SMAN 1 Talaga.
2. Tahun 2003 diangkat menjadi Guru Bantu Sementara (GBS) dan ditugaskan di SMP Islam Manbaul Ulum Cidulang – Cikijing – Majalengka. Jabatan yang pernah dipegang selama yaitu Pembina OSIS, Pembina Perpustakaan, dan Pembantu Wakil Kepala Sekolah sebagai Kurikulum.
3. Tahun 2005 diangkat menjadi CPNS dan ditugaskan di SMK Bina Bangsa Talaga – Majalengka menjabat sebagai Ketua Program Penjualan dengan Kepala Sekolah Drs. Acep Saepudin.
4. Tahun 2006 diangkat menjadi PNS dan ditugaskan di SMK Negeri 1Talaga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum di SMK Negeri 1 Talaga dengan Kepala Sekolah Drs. H. Wahyuddin, M.M.Pd

 Tahap awal untuk melaksanakan kurikulum SMK Edisi Tahun 2006 adalah melakukan kegiatan pengembangan kurikulum oleh sekolah dengan melibatkan pihak-pihak terkait seperti Manajemen Sekolah, Guru, Pakar Pendidikan, Komite Sekolah dan Institusi Pasangan.
 Tahap kedua terbit kurikulum baru 2008 dengan perubahan pada Standar Kompetensi Kejuruan dengan nama Kurikulum Spektrum 2008.
 Kurikulum SMK Negeri pada tahun pembelajaran 2007/2008 dibuka jurusan Teknik Informatika.
 Langkah kerja kegiatan pengembangan kurikulum ini meliputi:
1. Melakukan pengkajian Kurikulum Nasional melalui Workshorp; Menghasilkan pemahaman dan persepsi yang sama terhadap dokumen kurikulum SMK bagian I, II, dan III.
2. Melakukan Identifikasi Kompetensi yang dibutuhkan Lapangan Kerja; Menghasilkan data primer dari industri tentang kompetensi yang dibutuhkan lapangan kerja yang harus dipelajari siswa.
3. Melakukan Penentuan Model Kelas (Kelas Bisnis Manajemen atau kelas Wirausaha); Kelas Bisnis Manajemen merupakan kelas regular bagi siswa yang menginginkan bekerja untuk pihak lain setelah lulus. Kelas Wirausaha adalah kelas khusus untuk siswa yang berminat mengembangkan wirausaha. Peserta diklat kelas wirausaha mempelajarai kompetensi-kompetensi yang dipelajari oleh pesrta diklat kelas bisnis manajemen ditambah kompetensi wirausaha. Langkah penentuan model kelas bisnis Manjemen dan wirausaha adalah informasi ke peserta didik melalui tes bakat dan minat penentuan model kelas yang dipilih.
4. Melakukan penyusunan kurikulum inplementatif ; Penyusunan kurikulum implementatif merupakan kegiatan transformasi kompetensi yang dibutuhkan oleh lapangan kerja setempat dan daerah lain yang menjadi sasaran pasar kerja lulusan yang belum tercantum alam kurikulum SMK Nasional ke dalam format kurikulum yang akan digunakan sebagai bahan acuan.
 Langka-langkah penyesuaian kurikulum menggunakan stratagi penajaman program keahlian adalah sebagai berikut ;
1. Merumuskn dan menambahkan kompetensi khusus sesuai kebutuhan penajaman sepesialisasi menjadi tenaga kerja spesialisasi yang belum tertuang pada kurikulum nasional.
2. Merumuskan deskripsi Pemelajaran untuk kompetensi khusus yang ditambahkan dengan menggunakan format kurikulum SMK yang berlaku.
 Langkah-langkah penyesuain subtansi atau materi kurikulum adalah sebagai berikut;
1. Menganalisis materi atau subtansi kurikulum nasional yang perlu ditambahkan atau dikurangi.
2. Merumuskan materi kurikulum yang perlu ditambahkan.
3. Menata ulang urutan (sekuensi) materi pokok pembelajaran.
 Langkah-langkah penyususnan model pebelajaran adalah sebagai berikut;
1. Menganalisis ebuthan siswa dan karakteristik tempat pembelajaran.
2. Menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dan karakteristik tempat pembelajaran.
3. Mengahasilkan draf dokumen kurikulum SMK Implementatif.
4. Melakukan lagalisasi draf kurikulum SMK Implentatif menjadi dokumen kurikulm resmi sebagai acuan pembelajaran di SMK Negeri Talaga
 Tahap selanjutnya melakukan kegiatan pembelajaran peserta diklat untuk mencari kompetensi yang direncanakan dalan kurikulum implentatif yan telah dileglisir. Satu prinsif pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi adalah abahwa pembelajarannya dilaksanakan secara modular.
 Langkah kerja melaksanakan kurikulum implementatif adalah sebagai berikut;
1. Penyusunan program pemelajaran ; Kegiatan merencanakan proses pemelajaran peserta diklat untuk mencapai kompetensi.
 Rencana pencapaian kompetensi disusun oleh peserta didik dengan bimbingan guru. Penyususnan program pemelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut;
1. Penjelasan mengenai pemelajaran modular.
2. Penawaran paket kompetensi dan jadwal diklat.
3. Penyusunan program pencapaian kompetensi.
4. Penyusunan rencana pemelajaran perkompetensi.
 Pelaksanaan pemelajaran : Proses kegiatan belajar peserta diklat sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, untuk mencapai penguasaan kompetensi pemelajaran dapat dilaksanakan di sekolah dan atau Dunia Kerja. Proses pemelaran di Sekolah dimaksudkan untuk mengembangkan potensi akademik dan kepribadian siswa, menguasai ilmu dan teknologi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja. Proses pemelajaran / pelatihan di dunia kerja dimaksudkan agar siswa menguasai kompetensi standar, mengembangkan dan menginternalisasikan sikap dan nilai professional sebagai tenaga kerja yang berkualitas unggul, baik bekerja pada pihak lain maupun sebagai pekerja mandiri.
 Pelaksanaan pemelajaran yang menerapkan prinsif-prinsif pemelajaran berbasis kompetensi dilakukan sebagai berikut:
1. Persiapan meliputi
a. Inventarisasi sumber daya pemelajaran.
b. Penilaian kesiapan pemelajaran.
c. Pelaksanaan pemelajarn berbasis kompetensi.
2. Penilaian hasil belajar ; Proses penentuan hasil nilai pengukuran dibandingkan dengan acuan standar tertentu. Sedangkan pengukuran adalah proses kuantittif atau pengumpulan bukti-bukti suatu gejala atau objek menurut aturan tertentu yang dapat dilakukan baik dengan cara tes maupun dengn cara non tes. Pelaksanaan penilaian hasil belajaran menerapkan prinsif-prinsif penilain berbasis kompetensi dilakukan dengan langkah sebagai berikut:
a. Penyusunan criteria dan perangkat penilaian :
b. Pelaksanaan penilaian hasil belajar.
c. Verifikasi internal.
d. Verifikasi eksternal.
 Standar penggunaan durasi / Waktu Efektif dan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dikuasai oleh siswa dikaji berdasarkan kalender pendidikan yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Dokumen Kurikulum SMK Edisi 2004 bagain II mengenai struktur kurikulum SMK tiap program keahlian. Pengkajian dilaksanakan oleh menejemen sekolah yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan coordinator diklat. Standar ini agar dijadikan acua oleh seluruh guru dan siswa untuk kegiatan pembelajaran sebelum draf dokumen kurikulum implementatif terwujud.

Mengetahui Talaga, Januari 2010
Kepala Sekolah, Wakasek Kurikulum

Drs. H. WAHYUDDIN, M.M.Pd. IWAN ALINURDIN, S.Pd.
Pembina. Tk .I NIP. 197312182005011005
NIP. 195709121982011013

%d blogger menyukai ini: